Oleh : LaR (Penggiat Literasi) Simpangan Pasar Karya Nugraha malam itu (Selasa/30/01/2025) tampak biasa saja. Lalu lintas berjalan seperti biasa, pedagang melipat lapak, suara kendaraan bersahut-sahutan dengan teriakan penjual yang ingin menghabiskan dagangan. Namun bagi kami, simpangan itu bukan sekadar pertemuan jalan. Ia menjelma menjadi simpangan waktu , tempat kenangan lama berbelok dan menyapa masa kini . Di titik itulah kami bertemu kembali—kawan lama, sesama santri Pondok Pesantren Al-Syaikh Abdul Wahid, sekitar tahun 1995. Waktu telah membawa kami ke jalan hidup yang berbeda, namun satu hal tetap sama: jejak kepesantrenan yang tertanam dalam diri . Pak Abdullah berdiri dengan senyum yang tenang. Kini ia mengabdi sebagai PNS di Pengadilan Negeri Kota Baubau. Wajahnya memancarkan keteduhan, seperti seseorang yang terbiasa menimbang kata dan perkara, memahami bahwa keadilan bukan sekadar bunyi palu, melainkan keberanian menjaga nurani. Di balik seragam dinasnya, saya masi...