Bingkai Gerak Membara Di Gubuk IKPS (20/08/2028) Oleh: LAR Ada sesuatu yang menarik dari gubuk sekretariat IKPS . Ia sederhana, tetapi selalu punya cara untuk menghadirkan cerita. Bangku-bangku kecilnya seakan menjadi saksi bahwa persaudaraan tidak membutuhkan ruang yang megah. Cukup ada kemauan untuk datang, duduk, berbincang, dan berbagi pikiran. Di antara para penghuni gubuk itu, tampak Ustad Bahtiar dan Ustad Ichank —dua sosok dengan gaya, karakter, dan zamannya masing-masing. Mereka seperti cover boy dari sebuah cerita panjang tentang alumni: pernah menjadi bagian dari masa lalu, hidup di masa kini, sekaligus ikut menatap masa depan. Setiap masa ada orangnya. Setiap orang membawa idenya. Dan setiap ide menunggu diwujudkan menjadi karya. Generasi perdana memiliki cerita perjuangannya sendiri. Mereka hadir ketika banyak hal masih dirintis, ketika semangat lebih besar daripada fasilitas, ketika mimpi tentang masa depan belum memiliki bentuk yang jelas. Mereka belajar bahwa pesantre...
Bingkai Nyata Dedikasimu Oleh: LAR Ada kabar sederhana, tetapi terasa hangat bagi keluarga besar Ikatan Keluarga Pondok Pesantren Al-Syaikh Abdul Wahid (IKPS). Godhe-godhe di samping Sekretariat IKPS akhirnya selesai (Jum'at 21/08/2026). Bangunan kecil itu mungkin tidak megah. Tidak pula berdiri dengan kemewahan. Namun di balik kesederhanaannya, ada sesuatu yang jauh lebih berharga: semangat kebersamaan para alumni yang ingin menyediakan ruang untuk bertemu, berbincang, bertukar pikiran, dan merawat silaturahmi. “Godhe-godhe sudah jadi,” demikian ajakan Ketua IKPS, Ustad Syukur Haniru. Sebuah ajakan sederhana untuk datang, duduk bersama, menikmati suasana, berbagi cerita, dan menghidupkan kembali ruang-ruang persaudaraan. Di tempat inilah nantinya mungkin kita akan menemukan banyak cerita. Ada alumni yang datang membawa pengalaman dari tempat kerjanya. Ada yang membawa gagasan tentang pendidikan. Ada yang berbicara tentang kehidupan sosial. Ada yang membahas peluang usaha. Ada ...