Langsung ke konten utama

Postingan

𝐖𝐢𝐬𝐮𝐝𝐚 𝐏𝐞𝐫𝐝𝐚𝐧𝐚 𝐒𝐓𝐈𝐒 𝐀𝐥-𝐒𝐲𝐚𝐢𝐤𝐡 𝐀𝐛𝐝𝐮𝐥 𝐖𝐚𝐡𝐢𝐝: 𝐊𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚 𝐂𝐢𝐭𝐚-𝐂𝐢𝐭𝐚 𝐏𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐌𝐞𝐧𝐣𝐞𝐥𝐦𝐚 𝐆𝐞𝐧𝐞𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐚𝐛𝐝𝐢

Dr. Falah Sabirin M.A.Hum Oleh: LaR . Ada peristiwa yang tidak hanya layak dikenang sebagai sebuah agenda seremonial, tetapi juga pantas dicatat sebagai bagian dari sejarah panjang sebuah perjuangan. Wisuda Perdana Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Al-Syaikh Abdul Wahid adalah salah satunya. Di balik senyum para wisudawan, di balik gema takbir dan ucapan selamat yang mengalun di aula, tersimpan kisah panjang tentang doa yang tidak pernah berhenti dipanjatkan, pengabdian yang tidak mengenal lelah, serta cita-cita besar yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dalam laporan Ketua STIS Al-Syaikh Abdul Wahid, Dr. Falah Sabirin, Lc., M.A.Hum., terpancar rasa syukur yang begitu mendalam. Bukan sekadar rasa bangga karena berhasil meluluskan angkatan pertama, tetapi rasa haru karena dapat menyaksikan sebuah mimpi yang dahulu tampak jauh kini berdiri nyata di hadapan mata. Wisuda perdana ini bukan hanya tentang mahasiswa yang berhasil meraih gelar sarjana. Lebih dari it...
Postingan terbaru

𝐈𝐣𝐚𝐳𝐚𝐡 𝐁𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐃𝐢𝐠𝐞𝐧𝐠𝐠𝐚𝐦, 𝐈𝐥𝐦𝐮 𝐇𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐌𝐞𝐧𝐣𝐞𝐥𝐦𝐚 𝐌𝐚𝐧𝐟𝐚𝐚𝐭

Bingkai Pengetahuan: (Dari Kiri) Rahman, Muh. Ilham Saleh, Ziaddi n Oleh LaR Jumat, 10 Juli 2026. Sore itu, langit di atas Kampus STIS Al-Syaikh Abdul Wahid tampak lebih teduh dari biasanya. Angin berembus perlahan, seakan ikut mengantar satu fase kehidupan yang telah selesai dilalui. Di ruang-ruang ujian yang sejak pagi dipenuhi ketegangan, kini perlahan berubah menjadi ruang penuh senyum, pelukan, dan ucapan syukur. Muh. Ilham Saleh, Rahman, dan Ziaddin akhirnya menyelesaikan ujian skripsi sekaligus mengikuti yudisium. Sebuah perjalanan panjang yang tidak lahir dalam semalam. Di balik toga yang kelak dikenakan, ada malam-malam yang dipenuhi doa, ada lembar-lembar buku yang dibaca hingga larut, ada revisi yang berkali-kali diperbaiki, serta ada air mata yang diam-diam jatuh karena lelah. Hari itu bukan sekadar penanda berakhirnya masa kuliah. Hari itu adalah awal perjalanan baru. Ijazah memang penting. Ia menjadi pintu untuk memasuki banyak kesempatan. Namun, lebih penting daripada se...

𝐌𝐞𝐧𝐲𝐚𝐥𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐂𝐚𝐡𝐚𝐲𝐚 𝐈𝐥𝐦𝐮, 𝐌𝐞𝐧𝐞𝐠𝐮𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐀𝐦𝐚𝐧𝐚𝐡: 𝐃𝐚𝐫𝐢 𝐒𝐓𝐈𝐒 𝐀𝐥-𝐒𝐲𝐚𝐢𝐤𝐡 𝐀𝐛𝐝𝐮𝐥 𝐖𝐚𝐡𝐢𝐝 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐌𝐚𝐬𝐚 𝐃𝐞𝐩𝐚𝐧 𝐔𝐦𝐚𝐭

  Oleh: LaR (Penggiat Literasi) Jumat, 10 Juli 2026 menjadi salah satu hari yang sarat makna dalam perjalanan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Al-Syaikh Abdul Wahid. Sejak pukul 13.30 hingga 20.00 WITA, Aula Pondok Pesantren Al-Syaikh Abdul Wahid dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Hari itu bukan sekadar pembukaan Ujian Komprehensif dan Munaqasyah (Skripsi) bagi mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) dan Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhsiyyah). Lebih dari itu, hari tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali mimpi besar para pendiri, sekaligus meneguhkan arah perjalanan lembaga menuju masa depan yang lebih kokoh. Di hadapan para dosen, mahasiswa, dan tamu undangan, hadir Ketua Yayasan Pendidikan Islam Nurul Huda, KH. Abdul Rasyid Sabirin, Lc., M.A., Ketua STIS Al-Syaikh Abdul Wahid, Dr. Falah Sabirin, M.A.Hum., Wakil Ketua I Arsyid Saleh, M.Pd., Wakil Ketua II H. Sairul, M.A., Ketua LPM Syarifuddin, S.E., M.Pd., serta perwakilan Kopertais, dan hadir pula Dr...

𝐊𝐢𝐝𝐮𝐧𝐠 𝐓𝐢𝐠𝐚 𝐒𝐚𝐮𝐡

Bingkai Sahabat: (Dari Kanan) Ust. Abd. Muiz, Dik Riyan, LaR. (Lokasi: Jembatan Pulau Makassar) Oleh: LaR (Penggiat Gerak Jemari) Titian Air dan Panggilan Persaudaraan Matahari 7 Juni 2026 bergulir dengan kelembutan yang syahdu di atas langit Kota Baubau. Pagi itu, takdir kembali mempertemukan tiga anak manusia yang jiwanya telah lama disepuh oleh didikan yang sama. Saya—LaR, bersama Ustad Abdul Muiz dan Dinda Riyan, melangkah beriringan menuju sebuah perhelatan sakral. Kami bertiga, yang sama-sama dibesarkan di bawah naungan atap sakral yang penuh berkah, Alumni Pondok Al-Syaikh Abdul Wahid, hari ini dipersatukan oleh satu maklumat rindu: menghadiri acara pernikahan buah hati dari Pak La Ampera S.Pd., M.Pd di seberang lautan, Pulau Makassar. ​Perjalanan ini bukan sekadar perpindahan raga menyeberangi selat, melainkan sebuah kilas balik spiritual yang memboyong ingatan kami pada masa-masa bersahaja di pondok pesantren dahulu. Bau wewangian kitab suci, dengung setoran hafalan di seperti...

𝐏𝐚𝐫𝐚 𝐏𝐞𝐧𝐣𝐚𝐠𝐚 𝐋𝐞𝐧𝐭𝐞𝐫𝐚: 𝐂𝐚𝐭𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐒𝐲𝐮𝐤𝐮𝐫 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐀𝐥𝐭𝐚𝐫 𝐆𝐨𝐧𝐭𝐨𝐫

Bait Peneguh Jiwa ​"Hormat tertinggi seorang murid bukanlah sekadar mencium punggung tangan gurunya saat bersua, melainkan pada keteguhannya dalam mengamalkan dan merawat setiap jengkal kesalehan yang telah diajarkan tanpa suara. Para kiai dan ustad adalah arsitek jiwa yang bekerja di balik layar peradaban; peluh mereka adalah tinta emas, dan doa-doa mereka di sepertiga malam adalah perisai gaib yang menjaga langkah kita dari marabahaya kebodohan. Rawatlah sanad rasa hormatmu kepada mereka, karena berkahnya ilmu tidak akan pernah sudi singgah ke dalam dada manusia yang melupakan jasa para pemandu jiwanya.". Bingkai Senyum Bersama: (Dari Kiri) Ust. Faisal Islamy, Ust. Ja'far Karim, Ust. Ismail, Ust. Falah Sabirin By LaR Barisan Senyum dalam Bingkai Abadi Waktu selalu memiliki cara tersendiri untuk menguji ingatan manusia, namun ia akan luruh bertekuk lutut di hadapan selembar foto yang merawat ketulusan. Seperti yang terpeta dalam foto dokumentasi ini, ada sebuah potret ya...

​𝐊𝐥𝐢𝐦𝐚𝐤𝐬 𝐒𝐩𝐢𝐫𝐢𝐭𝐮𝐚𝐥 𝐝𝐢 𝐀𝐥-𝐒𝐲𝐚𝐢𝐤𝐡 𝐀𝐛𝐝𝐮𝐥 𝐖𝐚𝐡𝐢𝐝: 𝐊𝐚𝐥𝐚 𝐉𝐞𝐦𝐚𝐫𝐢 𝐌𝐞𝐦𝐨𝐭𝐨𝐧𝐠 𝐔𝐫𝐚𝐭 𝐍𝐚𝐝𝐢 𝐇𝐚𝐬𝐫𝐚𝐭 𝐃𝐮𝐧𝐢𝐚𝐰𝐢

Bingkai Jemari Kawan: (Dari Kanan) Ust. Ridwan, Ust. Syarifuddin N, Pak LaR, Ust. Husain Mahfud, Ust. Riyan, 27/05/2026 ) Oleh: LaR ​ "Merasakan desah napas terakhir dari keangkuhan yang tumbang di atas tanah Bataraguru, membuat gerak jemari kawan-kawan kian mesra memeluk keheningan dan memutus rantai kesia-siaan." Fajar 1447 H: Kala Gema Takbir Mengetuk Pintu Kesadaran Langit Bataraguru perlahan membuka kelambunya yang legam, menyisakan semburat jingga yang basah oleh sisa embun pagi. Di sudut Kota Baubau, waktu seolah melambat ketika gelombang suara itu datang. * Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Walillahil hamd .* Kalimat thayyibah itu mengalun dari pengeras suara masjid, memantul di dinding-dinding kayu Pondok Pesantren Al-Syaikh Abdul Wahid, lalu melesat bebas menembus benteng-benteng langit. Suara itu bukan sekadar penanda bahwa fajar Idul Adha 1447 Hijriah telah tiba. Bagi kawan-kawan yang berkumpul di halaman pondok pagi ini, gema takbir itu adalah sebuah ket...

𝐃𝐢 𝐒𝐢𝐦𝐩𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐖𝐚𝐤𝐭𝐮: 𝐓𝐞𝐦𝐮 𝐊𝐚𝐰𝐚𝐧, 𝐉𝐞𝐣𝐚𝐤 𝐒𝐚𝐧𝐭𝐫𝐢, 𝐝𝐚𝐧 𝐉𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐇𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐁𝐞𝐫𝐛𝐞𝐝𝐚

  Oleh : LaR (Penggiat Literasi) Simpangan Pasar Karya Nugraha malam itu (Selasa/30/01/2025) tampak biasa saja. Lalu lintas berjalan seperti biasa, pedagang melipat lapak, suara kendaraan bersahut-sahutan dengan teriakan penjual yang ingin menghabiskan dagangan. Namun bagi kami, simpangan itu bukan sekadar pertemuan jalan. Ia menjelma menjadi simpangan waktu , tempat kenangan lama berbelok dan menyapa masa kini . Di titik itulah kami bertemu kembali—kawan lama, sesama santri Pondok Pesantren Al-Syaikh Abdul Wahid, sekitar tahun 1995. Waktu telah membawa kami ke jalan hidup yang berbeda, namun satu hal tetap sama: jejak kepesantrenan yang tertanam dalam diri . Pak Abdullah berdiri dengan senyum yang tenang. Kini ia mengabdi sebagai PNS di Pengadilan Negeri Kota Baubau. Wajahnya memancarkan keteduhan, seperti seseorang yang terbiasa menimbang kata dan perkara, memahami bahwa keadilan bukan sekadar bunyi palu, melainkan keberanian menjaga nurani. Di balik seragam dinasnya, saya masi...