Bingkai Jemari Kawan: (Dari Kanan) Ust. Ridwan, Ust. Syarifuddin N, Pak LaR, Ust. Husain Mahfud, Ust. Riyan, 27/05/2026 ) Oleh: LaR "Merasakan desah napas terakhir dari keangkuhan yang tumbang di atas tanah Bataraguru, membuat gerak jemari kawan-kawan kian mesra memeluk keheningan dan memutus rantai kesia-siaan." Fajar 1447 H: Kala Gema Takbir Mengetuk Pintu Kesadaran Langit Bataraguru perlahan membuka kelambunya yang legam, menyisakan semburat jingga yang basah oleh sisa embun pagi. Di sudut Kota Baubau, waktu seolah melambat ketika gelombang suara itu datang. * Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Walillahil hamd .* Kalimat thayyibah itu mengalun dari pengeras suara masjid, memantul di dinding-dinding kayu Pondok Pesantren Al-Syaikh Abdul Wahid, lalu melesat bebas menembus benteng-benteng langit. Suara itu bukan sekadar penanda bahwa fajar Idul Adha 1447 Hijriah telah tiba. Bagi kawan-kawan yang berkumpul di halaman pondok pagi ini, gema takbir itu adalah sebuah ket...
Oleh : LaR (Penggiat Literasi) Simpangan Pasar Karya Nugraha malam itu (Selasa/30/01/2025) tampak biasa saja. Lalu lintas berjalan seperti biasa, pedagang melipat lapak, suara kendaraan bersahut-sahutan dengan teriakan penjual yang ingin menghabiskan dagangan. Namun bagi kami, simpangan itu bukan sekadar pertemuan jalan. Ia menjelma menjadi simpangan waktu , tempat kenangan lama berbelok dan menyapa masa kini . Di titik itulah kami bertemu kembali—kawan lama, sesama santri Pondok Pesantren Al-Syaikh Abdul Wahid, sekitar tahun 1995. Waktu telah membawa kami ke jalan hidup yang berbeda, namun satu hal tetap sama: jejak kepesantrenan yang tertanam dalam diri . Pak Abdullah berdiri dengan senyum yang tenang. Kini ia mengabdi sebagai PNS di Pengadilan Negeri Kota Baubau. Wajahnya memancarkan keteduhan, seperti seseorang yang terbiasa menimbang kata dan perkara, memahami bahwa keadilan bukan sekadar bunyi palu, melainkan keberanian menjaga nurani. Di balik seragam dinasnya, saya masi...