Langsung ke konten utama

Postingan

𝐏𝐚𝐫𝐚 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐡𝐮𝐧𝐢 𝐆𝐮𝐛𝐮𝐤 𝐒𝐞𝐤𝐫𝐞𝐭𝐚𝐫𝐢𝐚𝐭 𝐈𝐊𝐏𝐒: 𝐃𝐢 𝐒𝐢𝐧𝐢 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐀𝐥𝐮𝐦𝐧𝐢 𝐌𝐞𝐧𝐞𝐦𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐑𝐮𝐦𝐚𝐡

B ingkai Percakapan, Menata Langkah Bersama (22/08/2026) Oleh: LAR Ada tempat yang mungkin sederhana jika dilihat dari bentuknya, tetapi menjadi begitu berarti ketika diisi oleh orang-orang yang memiliki cerita. Gubuk Sekretariat IKPS —demikian kami menyebutnya. Tidak luas. Tidak mewah. Dindingnya sederhana, bangkunya pun apa adanya. Namun justru di tempat seperti inilah sering kali percakapan paling jujur menemukan ruangnya. Tidak ada jarak antara senior dan junior, tidak ada sekat antara mereka yang sibuk dengan jabatan dan mereka yang datang sekadar melepas penat. Di samping sekretariat itu, para penghuni gubuk IKPS duduk bersama. Secangkir minuman, sepotong cerita, dan sesekali tawa menjadi teman dalam perjumpaan. Mereka bukan sekadar penghuni sebuah tempat, tetapi penjaga sebuah suasana: suasana persaudaraan alumni. Ada yang datang membawa cerita pekerjaan. Ada yang berbagi kabar keluarga. Ada yang membicarakan perkembangan pondok. Ada pula yang membawa gagasan tentang bagaimana ...
Postingan terbaru

𝐒𝐭𝐲𝐥𝐞 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐡𝐮𝐧𝐢 𝐆𝐮𝐛𝐮𝐤 𝐌𝐚𝐬𝐚 𝐃𝐞𝐩𝐚𝐧: 𝐒𝐞𝐭𝐢𝐚𝐩 𝐌𝐚𝐬𝐚 𝐀𝐝𝐚 𝐎𝐫𝐚𝐧𝐠𝐧𝐲𝐚, 𝐀𝐝𝐚 𝐈𝐝𝐞𝐧𝐲𝐚, 𝐀𝐝𝐚 𝐊𝐚𝐫𝐲𝐚𝐧𝐲𝐚

Bingkai Gerak Membara Di Gubuk IKPS (20/08/2028) Oleh: LAR Ada sesuatu yang menarik dari gubuk sekretariat IKPS . Ia sederhana, tetapi selalu punya cara untuk menghadirkan cerita. Bangku-bangku kecilnya seakan menjadi saksi bahwa persaudaraan tidak membutuhkan ruang yang megah. Cukup ada kemauan untuk datang, duduk, berbincang, dan berbagi pikiran. Di antara para penghuni gubuk itu, tampak Ustad Bahtiar dan Ustad Ichank —dua sosok dengan gaya, karakter, dan zamannya masing-masing. Mereka seperti cover boy dari sebuah cerita panjang tentang alumni: pernah menjadi bagian dari masa lalu, hidup di masa kini, sekaligus ikut menatap masa depan. Setiap masa ada orangnya. Setiap orang membawa idenya. Dan setiap ide menunggu diwujudkan menjadi karya. Generasi perdana memiliki cerita perjuangannya sendiri. Mereka hadir ketika banyak hal masih dirintis, ketika semangat lebih besar daripada fasilitas, ketika mimpi tentang masa depan belum memiliki bentuk yang jelas. Mereka belajar bahwa pesantre...

𝐆𝐨𝐝𝐡𝐞-𝐆𝐨𝐝𝐡𝐞 𝐈𝐊𝐏𝐒: 𝐑𝐮𝐦𝐚𝐡 𝐊𝐞𝐜𝐢𝐥 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐒𝐢𝐥𝐚𝐭𝐮𝐫𝐚𝐡𝐦𝐢, 𝐆𝐚𝐠𝐚𝐬𝐚𝐧, 𝐝𝐚𝐧 𝐁𝐞𝐫𝐤𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐮𝐦𝐧𝐢

Bingkai Nyata Dedikasimu Oleh: LAR Ada kabar sederhana, tetapi terasa hangat bagi keluarga besar Ikatan Keluarga Pondok Pesantren Al-Syaikh Abdul Wahid (IKPS). Godhe-godhe di samping Sekretariat IKPS akhirnya selesai (Jum'at 21/08/2026). Bangunan kecil itu mungkin tidak megah. Tidak pula berdiri dengan kemewahan. Namun di balik kesederhanaannya, ada sesuatu yang jauh lebih berharga: semangat kebersamaan para alumni yang ingin menyediakan ruang untuk bertemu, berbincang, bertukar pikiran, dan merawat silaturahmi. “Godhe-godhe sudah jadi,” demikian ajakan Ketua IKPS, Ustad Syukur Haniru. Sebuah ajakan sederhana untuk datang, duduk bersama, menikmati suasana, berbagi cerita, dan menghidupkan kembali ruang-ruang persaudaraan. Di tempat inilah nantinya mungkin kita akan menemukan banyak cerita. Ada alumni yang datang membawa pengalaman dari tempat kerjanya. Ada yang membawa gagasan tentang pendidikan. Ada yang berbicara tentang kehidupan sosial. Ada yang membahas peluang usaha. Ada ...

𝐒𝐞𝐤𝐫𝐞𝐭𝐚𝐫𝐢𝐚𝐭 𝐈𝐊𝐏𝐒: 𝐊𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚 𝐊𝐞𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚𝐚𝐧 𝐌𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐀𝐦𝐚𝐥 𝐝𝐚𝐧 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧-𝐓𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐀𝐥𝐮𝐦𝐧𝐢 𝐌𝐞𝐧𝐮𝐥𝐢𝐬 𝐒𝐞𝐣𝐚𝐫𝐚𝐡

Nuansa Baru Sekretariat IKPS. Merah Darahmu Oleh: LAR 17 Agustus 2026, sore sekitar pukul 17.00.  Di sebuah sudut area Pondok Pesantren Al-Syaikh Abdul Wahid, Bataraguru, suasana sore itu terasa berbeda. Bukan karena ada panggung megah, bukan pula karena ada seremoni dengan pakaian kebesaran. Justru yang tampak adalah sesuatu yang jauh lebih sederhana: tangan-tangan yang bekerja, keringat yang jatuh, dan hati yang kembali dipertemukan oleh sebuah rumah bersama—Sekretariat Ikatan Keluarga Pondok Pesantren Al-Syaikh Abdul Wahid (IKPS). Sekretariat itu sedang direnovasi. Ada yang mencat dinding. Ada yang mengangkat pasir. Ada yang mengaduk bahan bangunan. Ada yang membersihkan ruangan. Ada yang mengukur dan memperbaiki bagian-bagian yang mulai rapuh. Sementara yang lain duduk sejenak, berbincang, bertukar cerita, dan sesekali tertawa. Di tengah kesibukan itu hadir Ketua IKPS, Ustad Syukur Haniru , bersama anggota dan Ketua Majelis Pembina IKPS Ustad Laode Ibrahim . Tidak ada jarak ant...

𝐓𝐞𝐦𝐮 𝐀𝐥𝐮𝐦𝐧𝐢 𝐝𝐢 𝐁𝐮𝐦𝐢 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐚𝐛𝐝𝐢𝐚𝐧: 𝐊𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚 𝐉𝐞𝐣𝐚𝐤 𝐋𝐚𝐦𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐲𝐚𝐩𝐚 𝐆𝐞𝐧𝐞𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐁𝐚𝐫𝐮

Bingkai Mantap: (Dari Kanan) Ust. Mashur, LaR, Falah Sabirin, Muh. Ilham Saleh Oleh: LAR Minggu pagi, 2 Agustus 2026. Lapangan Pondok Pesantren Al-Amanah Liabuku mulai dipenuhi suara langkah, barisan santri, dan semangat yang tumbuh dari wajah-wajah baru. Pagi itu, suasana terasa berbeda. Ada energi kebersamaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Khutbatul Arsy, pekan perkenalan bagi santri dan santriwati baru, bukan sekadar rangkaian kegiatan awal tahun pendidikan. Ia adalah pintu pertama menuju sebuah perjalanan panjang: perjalanan menuntut ilmu, menempa karakter, belajar hidup bersama, dan menemukan arah masa depan. Di tengah hiruk-pikuk kegiatan itu, ada sebuah pertemuan sederhana namun sarat makna. Ustad Manshur, Ustad LaR, Ustad Falah Sabirin, dan Ustad Ilham Saleh hadir dan menyaksikan dari dekat bagaimana bumi pengabdian Pondok Al-Amanah terus bergerak menumbuhkan generasi. Yang menarik, perjumpaan ini mempertemukan para alumni Pondok Pesantren Al-Syaikh Abdul Wahid di sebu...

𝐁𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐢 𝐊𝐞𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐞𝐧𝐜𝐞𝐫𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧: 𝐊𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚 𝐏𝐚𝐫𝐚 𝐏𝐞𝐦𝐚𝐧𝐝𝐮 𝐈𝐥𝐦𝐮 𝐌𝐞𝐧𝐲𝐚𝐭𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐋𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐡

Bingkai Jam Pendidikan: (Dari Kanan) Pimpinan Pondok Al-Amanah Liabuku Hj. Nurmarlina Sabirin, Dr. Rasyid Amiruddin, M.Fil., dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta Ketua STIS Al-Syaikh Abdul Wahid Dr. Falah Sabirin, Lc., M.A.Hum . Oleh: LAR Ada perjumpaan yang hanya menghadirkan foto, tetapi ada pula perjumpaan yang melahirkan makna. Di momen **Wisuda Perdana Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Al-Syaikh Abdul Wahid**, Minggu, 12 Juli 2026, saya merasakan hadir pada perjumpaan jenis yang kedua. Sebuah pertemuan yang bukan sekadar mempertemukan orang-orang hebat, melainkan mempertemukan gagasan, pengalaman, dan cita-cita besar untuk masa depan pendidikan Islam di Kepulauan Buton. Dalam bingkai kebersamaan itu, saya (LaR) berdiri bersama **Pimpinan Pondok Al-Amanah Liabuku Hj. Nurmarlina Sabirin**, **Dr. Rasyid Amiruddin, M.Fil.**, dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta **Ketua STIS Al-Syaikh Abdul Wahid Dr. Falah Sabirin, Lc., M.A.Hum.**. Sebuah foto yang tampak sederhana, na...

𝐒𝐢𝐥𝐚𝐭𝐮𝐫𝐚𝐡𝐦𝐢 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐚𝐤 𝐏𝐞𝐫𝐧𝐚𝐡 𝐔𝐬𝐚𝐧𝐠: 𝐊𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚 𝐏𝐞𝐫𝐬𝐚𝐡𝐚𝐛𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐌𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐉𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐚𝐛𝐝𝐢𝐚𝐧

Bingkai Kebersamaan: (Dari Kanan) Ust. H. Sholeh Laksana, dan Ust. Suddin Aly . Oleh: LAR Malam perlahan merapat di Kota Baubau. Udara yang sejuk menyelimuti Jalan Ahmad Yani, Lorong Pemadam seolah mengajak siapa saja untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan. Di sebuah teras rumah yang sederhana, rumah duka, meninggalnya Iptu Irwan, dua sahabat duduk berdampingan. Tak ada panggung megah, tak ada protokol resmi, tak pula mikrofon yang menguatkan suara. Yang ada hanyalah dua hati yang dipertemukan oleh persahabatan, kenangan, dan cita-cita yang belum selesai diperjuangkan. Usia memang terus bertambah. Rambut yang dahulu hitam kini mulai dihiasi uban. Wajah yang dulu dipenuhi semangat muda kini menyimpan guratan pengalaman. Namun, ada satu hal yang tak pernah berubah: tali silaturahmi yang tetap terjaga. Persahabatan sejati memang tidak dihitung dari seberapa sering bertemu, melainkan seberapa kuat doa yang saling dipanjatkan dan seberapa tulus hati tetap saling mengingat. Mereka...