Bingkai Sahabat: (Dari Kanan) Ust. Abd. Muiz, Dik Riyan, LaR. (Lokasi: Jembatan Pulau Makassar) Oleh: LaR (Penggiat Gerak Jemari) Titian Air dan Panggilan Persaudaraan Matahari 7 Juni 2026 bergulir dengan kelembutan yang syahdu di atas langit Kota Baubau. Pagi itu, takdir kembali mempertemukan tiga anak manusia yang jiwanya telah lama disepuh oleh didikan yang sama. Saya—LaR, bersama Ustad Abdul Muiz dan Dinda Riyan, melangkah beriringan menuju sebuah perhelatan sakral. Kami bertiga, yang sama-sama dibesarkan di bawah naungan atap sakral yang penuh berkah, Alumni Pondok Al-Syaikh Abdul Wahid, hari ini dipersatukan oleh satu maklumat rindu: menghadiri acara pernikahan buah hati dari Pak La Ampera S.Pd., M.Pd di seberang lautan, Pulau Makassar. Perjalanan ini bukan sekadar perpindahan raga menyeberangi selat, melainkan sebuah kilas balik spiritual yang memboyong ingatan kami pada masa-masa bersahaja di pondok pesantren dahulu. Bau wewangian kitab suci, dengung setoran hafalan di seperti...
Bait Peneguh Jiwa "Hormat tertinggi seorang murid bukanlah sekadar mencium punggung tangan gurunya saat bersua, melainkan pada keteguhannya dalam mengamalkan dan merawat setiap jengkal kesalehan yang telah diajarkan tanpa suara. Para kiai dan ustad adalah arsitek jiwa yang bekerja di balik layar peradaban; peluh mereka adalah tinta emas, dan doa-doa mereka di sepertiga malam adalah perisai gaib yang menjaga langkah kita dari marabahaya kebodohan. Rawatlah sanad rasa hormatmu kepada mereka, karena berkahnya ilmu tidak akan pernah sudi singgah ke dalam dada manusia yang melupakan jasa para pemandu jiwanya.". Bingkai Senyum Bersama: (Dari Kiri) Ust. Faisal Islamy, Ust. Ja'far Karim, Ust. Ismail, Ust. Falah Sabirin By LaR Barisan Senyum dalam Bingkai Abadi Waktu selalu memiliki cara tersendiri untuk menguji ingatan manusia, namun ia akan luruh bertekuk lutut di hadapan selembar foto yang merawat ketulusan. Seperti yang terpeta dalam foto dokumentasi ini, ada sebuah potret ya...