Oleh: LaR Minggu, 12 Juli 2026 menjadi salah satu hari yang akan dikenang dalam perjalanan sejarah Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Al-Syaikh Abdul Wahid. Hari itu bukan sekadar prosesi wisuda perdana, melainkan perjumpaan gagasan, pengalaman, dan cita-cita yang berhimpun dalam satu bingkai besar: membangun peradaban melalui ilmu pengetahuan Di aula yang dipenuhi senyum haru para wisudawan, orang tua, dosen, dan tamu undangan, terasa bahwa setiap langkah menuju panggung wisuda bukanlah perjalanan yang singkat. Di balik selembar ijazah, tersimpan ribuan jam belajar, doa yang dipanjatkan di penghujung malam, air mata ketika menghadapi kesulitan, serta pengorbanan keluarga yang tak pernah berhenti menguatkan. Momentum itu menjadi bingkai silaturahmi pengetahuan akademik. Sebuah ruang di mana ilmu tidak berhenti sebagai teori di dalam buku, tetapi bertemu dengan pengalaman hidup, kebijakan, kepemimpinan, dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Hadir Ketua Yayasan Pendidikan Nurul Hu...
Bingkai Terinspirasi: Ketua Yayasan Pendidikan Nurul Huda STIS Al-Syaikh Abdul Wahid Wisuda perdana Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Al-Syaikh Abdul Wahid (Minggu, 12/07/2026) bukan sekadar seremoni akademik. Ia adalah peristiwa sejarah yang memperlihatkan bagaimana sebuah mimpi sederhana, yang dahulu hanya bersemayam di hati seorang ayah, perlahan menjelma menjadi cahaya yang menerangi generasi. Di balik toga yang dikenakan para wisudawan, ada doa yang tak pernah putus, ada air mata perjuangan, ada pengabdian yang panjang, dan ada cita-cita besar yang diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Dalam sambutannya pada Wisuda Perdana STIS Al-Syaikh Abdul Wahid, Ketua Yayasan Pendidikan Nurul Huda, KH. Abdul Rasyid Sabirin, Lc., M.A., mengajak seluruh hadirin untuk kembali membuka lembaran sejarah lahirnya lembaga ini. Beliau menegaskan bahwa STIS Al-Syaikh Abdul Wahid tidak dapat dipisahkan dari rahim yang melahirkannya, yaitu Pondok Pesantren Al-Syaikh Abdul Wahi...