Langsung ke konten utama

Postingan

𝐒𝐞𝐤𝐫𝐞𝐭𝐚𝐫𝐢𝐚𝐭 𝐈𝐊𝐏𝐒: 𝐊𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚 𝐊𝐞𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚𝐚𝐧 𝐌𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐀𝐦𝐚𝐥 𝐝𝐚𝐧 𝐓𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧-𝐓𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐀𝐥𝐮𝐦𝐧𝐢 𝐌𝐞𝐧𝐮𝐥𝐢𝐬 𝐒𝐞𝐣𝐚𝐫𝐚𝐡

Nuansa Baru Sekretariat IKPS. Merah Darahmu Oleh: LAR 17 Agustus 2026, sore sekitar pukul 17.00.  Di sebuah sudut area Pondok Pesantren Al-Syaikh Abdul Wahid, Bataraguru, suasana sore itu terasa berbeda. Bukan karena ada panggung megah, bukan pula karena ada seremoni dengan pakaian kebesaran. Justru yang tampak adalah sesuatu yang jauh lebih sederhana: tangan-tangan yang bekerja, keringat yang jatuh, dan hati yang kembali dipertemukan oleh sebuah rumah bersama—Sekretariat Ikatan Keluarga Pondok Pesantren Al-Syaikh Abdul Wahid (IKPS). Sekretariat itu sedang direnovasi. Ada yang mencat dinding. Ada yang mengangkat pasir. Ada yang mengaduk bahan bangunan. Ada yang membersihkan ruangan. Ada yang mengukur dan memperbaiki bagian-bagian yang mulai rapuh. Sementara yang lain duduk sejenak, berbincang, bertukar cerita, dan sesekali tertawa. Di tengah kesibukan itu hadir Ketua IKPS, Ustad Syukur Haniru , bersama anggota dan Ketua Majelis Pembina IKPS Ustad Laode Ibrahim . Tidak ada jarak ant...
Postingan terbaru

𝐓𝐞𝐦𝐮 𝐀𝐥𝐮𝐦𝐧𝐢 𝐝𝐢 𝐁𝐮𝐦𝐢 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐚𝐛𝐝𝐢𝐚𝐧: 𝐊𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚 𝐉𝐞𝐣𝐚𝐤 𝐋𝐚𝐦𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐲𝐚𝐩𝐚 𝐆𝐞𝐧𝐞𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐁𝐚𝐫𝐮

Bingkai Mantap: (Dari Kanan) Ust. Mashur, LaR, Falah Sabirin, Muh. Ilham Saleh Oleh: LAR Minggu pagi, 2 Agustus 2026. Lapangan Pondok Pesantren Al-Amanah Liabuku mulai dipenuhi suara langkah, barisan santri, dan semangat yang tumbuh dari wajah-wajah baru. Pagi itu, suasana terasa berbeda. Ada energi kebersamaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Khutbatul Arsy, pekan perkenalan bagi santri dan santriwati baru, bukan sekadar rangkaian kegiatan awal tahun pendidikan. Ia adalah pintu pertama menuju sebuah perjalanan panjang: perjalanan menuntut ilmu, menempa karakter, belajar hidup bersama, dan menemukan arah masa depan. Di tengah hiruk-pikuk kegiatan itu, ada sebuah pertemuan sederhana namun sarat makna. Ustad Manshur, Ustad LaR, Ustad Falah Sabirin, dan Ustad Ilham Saleh hadir dan menyaksikan dari dekat bagaimana bumi pengabdian Pondok Al-Amanah terus bergerak menumbuhkan generasi. Yang menarik, perjumpaan ini mempertemukan para alumni Pondok Pesantren Al-Syaikh Abdul Wahid di sebu...

𝐁𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐢 𝐊𝐞𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐞𝐧𝐜𝐞𝐫𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧: 𝐊𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚 𝐏𝐚𝐫𝐚 𝐏𝐞𝐦𝐚𝐧𝐝𝐮 𝐈𝐥𝐦𝐮 𝐌𝐞𝐧𝐲𝐚𝐭𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐋𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐡

Bingkai Jam Pendidikan: (Dari Kanan) Pimpinan Pondok Al-Amanah Liabuku Hj. Nurmarlina Sabirin, Dr. Rasyid Amiruddin, M.Fil., dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta Ketua STIS Al-Syaikh Abdul Wahid Dr. Falah Sabirin, Lc., M.A.Hum . Oleh: LAR Ada perjumpaan yang hanya menghadirkan foto, tetapi ada pula perjumpaan yang melahirkan makna. Di momen **Wisuda Perdana Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Al-Syaikh Abdul Wahid**, Minggu, 12 Juli 2026, saya merasakan hadir pada perjumpaan jenis yang kedua. Sebuah pertemuan yang bukan sekadar mempertemukan orang-orang hebat, melainkan mempertemukan gagasan, pengalaman, dan cita-cita besar untuk masa depan pendidikan Islam di Kepulauan Buton. Dalam bingkai kebersamaan itu, saya (LaR) berdiri bersama **Pimpinan Pondok Al-Amanah Liabuku Hj. Nurmarlina Sabirin**, **Dr. Rasyid Amiruddin, M.Fil.**, dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta **Ketua STIS Al-Syaikh Abdul Wahid Dr. Falah Sabirin, Lc., M.A.Hum.**. Sebuah foto yang tampak sederhana, na...

𝐒𝐢𝐥𝐚𝐭𝐮𝐫𝐚𝐡𝐦𝐢 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐚𝐤 𝐏𝐞𝐫𝐧𝐚𝐡 𝐔𝐬𝐚𝐧𝐠: 𝐊𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚 𝐏𝐞𝐫𝐬𝐚𝐡𝐚𝐛𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐌𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐉𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐚𝐛𝐝𝐢𝐚𝐧

Bingkai Kebersamaan: (Dari Kanan) Ust. H. Sholeh Laksana, dan Ust. Suddin Aly . Oleh: LAR Malam perlahan merapat di Kota Baubau. Udara yang sejuk menyelimuti Jalan Ahmad Yani, Lorong Pemadam seolah mengajak siapa saja untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan. Di sebuah teras rumah yang sederhana, rumah duka, meninggalnya Iptu Irwan, dua sahabat duduk berdampingan. Tak ada panggung megah, tak ada protokol resmi, tak pula mikrofon yang menguatkan suara. Yang ada hanyalah dua hati yang dipertemukan oleh persahabatan, kenangan, dan cita-cita yang belum selesai diperjuangkan. Usia memang terus bertambah. Rambut yang dahulu hitam kini mulai dihiasi uban. Wajah yang dulu dipenuhi semangat muda kini menyimpan guratan pengalaman. Namun, ada satu hal yang tak pernah berubah: tali silaturahmi yang tetap terjaga. Persahabatan sejati memang tidak dihitung dari seberapa sering bertemu, melainkan seberapa kuat doa yang saling dipanjatkan dan seberapa tulus hati tetap saling mengingat. Mereka...

𝐃𝐚𝐫𝐢 𝐌𝐢𝐦𝐛𝐚𝐫 𝐌𝐚𝐬𝐣𝐢𝐝 𝐌𝐞𝐧𝐮𝐣𝐮 𝐌𝐢𝐦𝐛𝐚𝐫 𝐀𝐤𝐚𝐝𝐞𝐦𝐢𝐤: 𝐀𝐤𝐭𝐮𝐚𝐥𝐢𝐬𝐚𝐬𝐢 𝐈𝐥𝐦𝐮 𝐒𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐚𝐛𝐝𝐢 𝐔𝐦𝐚𝐭

La Ode Muh. Sahril, S.H . Oleh: LAR Minggu, 12 Juli 2026-Ada kebahagiaan yang lahir bukan semata karena selembar ijazah berhasil diraih, tetapi karena ilmu yang diperoleh menemukan jalannya untuk memberi manfaat bagi sesama. Begitulah yang tergambar pada sosok La Ode Muh. Sahril, S.H., salah seorang wisudawan angkatan pertama STIS Al-Syaikh Abdul Wahid. Perjalanan akademiknya mencapai salah satu puncak ketika berhasil menyelesaikan ujian skripsi dengan judul: "Analisis Hukum Peraturan Perundang-Undangan tentang Peran Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batupoaro dalam Mencegah Perceraian melalui Program Bimbingan Perkawinan di Kota Baubau." Tema ini bukan sekadar memenuhi syarat akademik untuk memperoleh gelar sarjana. Ia lahir dari kegelisahan terhadap realitas kehidupan masyarakat. Di balik setiap rumah tangga yang mampu dipertahankan, terdapat ikhtiar menghadirkan ilmu, nasihat, dan pembinaan. Di sanalah hukum Islam bertemu dengan nilai kemanusiaan, membimbing keluarga aga...

𝐌𝐞𝐫𝐞𝐤𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐞𝐧𝐲𝐚𝐥𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐥𝐢𝐭𝐚: 𝐏𝐚𝐫𝐚 𝐏𝐞𝐫𝐢𝐧𝐭𝐢𝐬 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐞𝐧𝐲𝐚𝐤𝐬𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐁𝐮𝐚𝐡 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐚𝐛𝐝𝐢𝐚𝐧

Bingkai: Mewakili Mereka Yang Bagian dari Perjuang: Ustad Saleh Laksana, Ustad Amaluddin, Ustad Jafar Karim, Hj. Siti Halimah, Pak Munir B., Hj. Nur Marlina S . Oleh : LAR Minggu, 12 Juli 2026- Ada pemandangan yang begitu menggetarkan hati pada Wisuda Perdana Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Al-Syaikh Abdul Wahid. Di deretan kursi kehormatan, duduk para guru, ustaz, tokoh masyarakat, dan keluarga besar pondok. Sebagian rambut mereka telah memutih, langkah mereka tak lagi secepat dahulu, tetapi cahaya perjuangan yang terpancar dari wajah-wajah itu tetap menyala. Mereka bukan sekadar tamu undangan. Mereka adalah para perintis, para penanam benih, para pemandu ilmu, etika, dan moral yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk Pondok Pesantren Al-Syaikh Abdul Wahid. Wisuda perdana ini sesungguhnya bukan hanya milik para sarjana yang hari itu mengenakan toga. Ia juga milik mereka yang bertahun-tahun berdiri di depan kelas, membimbing santri membaca Al-Qur'an, mengajarkan kita...

𝐖𝐚𝐣𝐚𝐡-𝐖𝐚𝐣𝐚𝐡 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐠𝐞𝐫𝐚𝐤 𝐏𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡𝐚𝐧: 𝐃𝐚𝐫𝐢 𝐖𝐢𝐬𝐮𝐝𝐚 𝐏𝐞𝐫𝐝𝐚𝐧𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐮𝐣𝐮 𝐊𝐞𝐛𝐚𝐧𝐠𝐤𝐢𝐭𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐩𝐮𝐥𝐚𝐮𝐚𝐧 𝐁𝐮𝐭𝐨𝐧

Bingkai Tekad: (Dari Kanan) Harun R, Muammar, Bachtiar, Syarifuddin N, Ld Syaril, Mashur, LaR, Ld Ibrahim, Hasan B, Ahlan Oleh: LAR Minggu, 12 Juli 2026- Sebuah foto mampu menghentikan waktu. Ia mengabadikan bukan hanya wajah, tetapi juga harapan. Di tengah kemeriahan Wisuda Perdana Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Al-Syaikh Abdul Wahid, saya berdiri bersama sahabat-sahabat seperjuangan, para alumni yang hari ini mengemban amanah sebagai Ketua dan Pengurus Majelis Pertimbangan dan Pengurus Ikatan Alumni Pondok Pesantren Al-Syaikh Abdul Wahid (IKPS). Di balik senyum yang mengembang, sesungguhnya tersimpan sebuah tekad: siap berkontribusi untuk daerah. Wisuda hari itu bukan sekadar mengantar mahasiswa menerima gelar sarjana. Lebih dari itu, ia menjadi penanda bahwa Kepulauan Buton sedang menata masa depannya melalui jalan ilmu pengetahuan. Kampus ini tidak hanya melahirkan lulusan, tetapi juga melahirkan harapan baru bagi masyarakat. Saya memandang wajah-wajah sahabat itu satu per satu...