Oleh: LaR Malam ini, jam 12.30 saya memilih tidur di godhe-godhe , di samping sekretariat IKPS. Sebuah tempat sederhana di Ponpes Al-Syaikh Abdul Wahid, yang mungkin bagi orang lain hanya cukup untuk duduk, berbincang, atau melepas lelah. Tetapi bagi saya, malam ini godhe-godhe terasa seperti sebuah ruang kecil yang menyimpan pintu besar menuju masa lalu. Udara malam cukup dingin. Saya mengenakan baju kos, kemudian jaket, dan kaos kaki untuk menahan dingin yang perlahan merayap dari tanah. Tidak ada kasur yang empuk. Saya hanya beralaskan tempat sederhana, dengan sebuah bantal di kepala yang ditawarkan oleh Ustad Ziadin. Awalnya Ustad Ziadin meminta saya tidur di dalam sekretariat. Tetapi saya menyampaikan, “Malam ini di sini saja.” Entah mengapa, saya ingin merasakan malam ini apa adanya. Saya ingin mendengar suara angin. Saya ingin merasakan dinginnya malam. Saya ingin mendengar suara santri yang berjaga. Dan benar, dalam kesunyian malam, terdengar suara santri penjaga malam. Se...